Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu melihat pada Al-Qur’an di
mana segala sumber jawaban ada di sana dan cobalah lihat pada surah
Al-Israa’ di ayat 110 di mana di sana dikatakan bahwa kita disuruh untuk
berseru Allah atau Ar-rahman, kita bisa menyebut dengan nama yang mana
saja karena Dia memiliki nama-nama yang terbaik atau yang juga disebut
dengan Al Asmaul Husna. Intinya, Tuhan atau Allah SWT bisa disebut
dengan nama apapun asalkan dengan nama-nama yang benar dan berdasarkan
nama-Nya yang diberikan oleh-Nya sendiri. Di dalam Al-Qur’an sendiri ada
99 nama yang tersebut di sana, seperti Al hakim, Al karim, Ar rahim, Ar
rahman, Maha Bijaksana, Maha Penyayang, Maha Pengasih, tidak kurang
dari 99 nama.
Mengapa Tuhan bernama Allah? Karena Allah menjadi mahkotanya dan
nama-nama terbaik Allah tidak hanya bisa kita temukan pada surat yang
tadi kita baru saja bahas, tapi juga ada pengulangan di beberapa surat
lainnya, seperti surat al-Hashr, al-A’raaf, dan juga surat Taa Haa di
mana di sana firman Allah SWT adalah bahwa Dia memiliki nama-nama yang
dianggap terbaik, tapi Allah merupakan nama yang menjadi mahkota. Dengan
begitu kita bisa menyimpulkan bahwa Allah adalah sebutan yang paling
utama dan melebihi dari nama-nama terbaik yang disebutkan pada surat
al-Israa’.
Mengapa Tuhan memperkenalkan diri-Nya dengan nama Allah dan mengapa
orang muslim lebih memilih untuk menyebut Tuhan dengan nama Allah
ketimbang dengan God atau Tuhan dalam bahasa Inggris? Segala kata dan
nama lain bisa manusia mainkan, ambil contoh saja kata God (Tuhan) yang
kita kenal sebagai kata bahasa Inggris, kalau ditambahi S pada God, maka
berubah menjadi Gods di mana akan menjadi jamak, yaitu Tuhan-tuhan,
padahal Allah adalah Maha Esa dan tidak ada duanya. Misalnya ditambah
dengan ‘dess’, kata tersebut menjadi Goddess (Tuhan perempuan) dan yang
jelas, di dalam Islam tidak ada namanya Allah perempuan atau Allah
laki-laki karena Allah tidak memiliki jenis kel4min seperti manusia.
Tidak ada juga Tuhan Bapak maupun Tuhan Ibu karena semuanya itu tidak
ada pada Islam.
Mengapa Allah disebut Allah sudah jelas di sini. Penjelasan di atas
merupakan alasan mengapa orang muslim lebih memilih untuk menggunakan
Allah untuk menyebut Tuhan dengan bahasa Arab. Itulah mengapa kata
‘Allah’ pun muncul dan selalu tertulis di dalam hampir segala kitab suci
agama yang besar di dunia. Bisa juga dibilang bahwa segala
sifat-sifat-Nya telah dicakup oleh kata ‘Allah sehingga muslim lebih
suka memanggil Allah daripada menggunakan nama yang lain-lain.
Semuanya sudah jelas di sini bahwa memang Allah lebih utama karena
menjadi mahkotanya. Itu juga yang menjadi alasan mengapa ketika
seseorang mengucap kalimat syahadat maka selalu harus ada kata ‘Allah’
juga dan penyebutan nama yang lain tidak akan pernah dibenarkan. Semoga
jawaban yang telah dijelaskan di sini bisa menjawab pertanyaan mengenai
kenapa Tuhan disebut “Allah” dalam Islam.
